cinta...
telah sekian kali kau ungkapkan
sayang...
bahkan beribu sudah kau katakan
derai lembut sentuhmu
tak mampu lemaskan kerasnya hati ku
secuil senyummu
menambahkan deretan luka di kalbu...
Selasa, 29 Desember 2009
Senin, 28 Desember 2009
SENDIRI
oh bunda...
kurindu semua darimu
derai lembut sentuh mu
telah sekian kali membelai tubuh ini
tak dapat ku raba lagi sekarang
ukran manis bibir mu
tak dapat ku pandang jua sekarang
bahkan derai langkahmu
tak dapat pula ku gapai
semerbak mewanginya
tak lagi menghiasi lingkaran kamar ku
dimanapun engkau berada
kukan slalu ada untuk mu
berada di dekat mu
panjatkan doa ku
kan slalu menemani hari-hari mu
mengiri setiap derap kaki mu
jauh di sana
surga sang pencipta...
kurindu semua darimu
derai lembut sentuh mu
telah sekian kali membelai tubuh ini
tak dapat ku raba lagi sekarang
ukran manis bibir mu
tak dapat ku pandang jua sekarang
bahkan derai langkahmu
tak dapat pula ku gapai
semerbak mewanginya
tak lagi menghiasi lingkaran kamar ku
dimanapun engkau berada
kukan slalu ada untuk mu
berada di dekat mu
panjatkan doa ku
kan slalu menemani hari-hari mu
mengiri setiap derap kaki mu
jauh di sana
surga sang pencipta...
MENGAPA???
kau pergi
jauh....
tanpa pamit
apalagi permisi pada ku
meninggalku
sendiri
sepi menyelimuti
mengapa?
mengapa harus seperti ini
hari-hari ku lewati tanpa mu
senyummu tak ada lagi untuk ku
hanya seulas benci dan murka
yang tersisa bagi ku
kini ku kembali
menjanjikan berjuta kejora
yang berterbangan mengangkasa
untuk ku...
hanya untuk ku...
mengapa baru sekarang kau katakan
setelah ada yang membuka gerbang di hatiku
dulu telah ku berikan kuncinya pada mu
kupasrahkan hati in untuk mu
tapi kau sia-siakan
membuangnya jauh ke dasar samudra
hingga seseorang memungut dan membukakannya
untuk ku...
jauh....
tanpa pamit
apalagi permisi pada ku
meninggalku
sendiri
sepi menyelimuti
mengapa?
mengapa harus seperti ini
hari-hari ku lewati tanpa mu
senyummu tak ada lagi untuk ku
hanya seulas benci dan murka
yang tersisa bagi ku
kini ku kembali
menjanjikan berjuta kejora
yang berterbangan mengangkasa
untuk ku...
hanya untuk ku...
mengapa baru sekarang kau katakan
setelah ada yang membuka gerbang di hatiku
dulu telah ku berikan kuncinya pada mu
kupasrahkan hati in untuk mu
tapi kau sia-siakan
membuangnya jauh ke dasar samudra
hingga seseorang memungut dan membukakannya
untuk ku...
KEJORA
lima belas...
bulat bulan sekepalan bola tangan
ku kenang kau
wajah indahmu
bercakap ria dengan sang kejora
ia tahu di bawah sana aku
pemuja rahasianya
diarahkan telunjuknya
kebawah
menerobos bingkai kamarku
tepat menusuk jiwa ku
tertunduk, tersipu
bulat bulan sekepalan bola tangan
ku kenang kau
wajah indahmu
bercakap ria dengan sang kejora
ia tahu di bawah sana aku
pemuja rahasianya
diarahkan telunjuknya
kebawah
menerobos bingkai kamarku
tepat menusuk jiwa ku
tertunduk, tersipu
LARA
semribit...
sepoi angin
menguak celah luka
dihati
merekah memerah
belumlah reda
bara api di dalamnya
hanya cinta
yang mampu menepis
gejolak lara di kalbu
perlahan mereda
lalu hilang seketika
sepoi angin
menguak celah luka
dihati
merekah memerah
belumlah reda
bara api di dalamnya
hanya cinta
yang mampu menepis
gejolak lara di kalbu
perlahan mereda
lalu hilang seketika
JAUH
srek...srek...srek...
daun kering remuk
jadi abu
terombang-ambing derap langkah kita
kau bersamaku
mendorong
menuntun
membimbimbing
mendorong hatiku yang kaku
dituntunnya jiwaku yang lemah
bimbingannya menemani setiap hari-hariku
jauh...
di langit ke entah
atau mungkin lautan antah-berantah
disini...
di dadaku...
tertata kenangan indah bersamamu
hendak kubawa pergi
hingga ku mati
daun kering remuk
jadi abu
terombang-ambing derap langkah kita
kau bersamaku
mendorong
menuntun
membimbimbing
mendorong hatiku yang kaku
dituntunnya jiwaku yang lemah
bimbingannya menemani setiap hari-hariku
jauh...
di langit ke entah
atau mungkin lautan antah-berantah
disini...
di dadaku...
tertata kenangan indah bersamamu
hendak kubawa pergi
hingga ku mati
Kamis, 24 Desember 2009
HIJAU
luas...
terpampang lihai merajut lebam
mengalun indah...
symphoni kejayaan
bumi
langit
tertunduk simpu pada HIJAU
bayu dan tirtapun turut serta
sesungguhnya apa yang menarik dari HIJAU ?
terlampau polos
sekaligus lugu?
siapakah yang patut disalahkan?
semua serentak menjawab''engkaulah yang membawanya kemari !!!"
luas...
terpampang lihai merajut lebam
mengalun indah...
symphoni kejayaan
bumi
langit
tertunduk simpu pada HIJAU
bayu dan tirtapun turut serta
sesungguhnya apa yang menarik dari HIJAU ?
terlampau polos
sekaligus lugu?
siapakah yang patut disalahkan?
semua serentak menjawab''engkaulah yang membawanya kemari !!!"
Minggu, 13 Desember 2009
OASE
ini pertama kali gue ngrasain yang namanya sendiri,bener-bener sendiri.
Gak tahu lagi musti gimana,kanapa hal seperti ini harus menimpa gue???
Gila...........
Tega bener dia sama gue,apa sebenernya yang dia cari dari penantian gue yang seolah tak ada akhirnya ini.
Apa belum cukup semua yang udah gue kasih buat dia???
Kapan sich dia pernah ngertiin gue???
Ternyata OASE yang gue idam-idamkan selama ini masih jauh dari yang gue harepin.
Where are you???
I'm always wait you in here...
Gak tahu lagi musti gimana,kanapa hal seperti ini harus menimpa gue???
Gila...........
Tega bener dia sama gue,apa sebenernya yang dia cari dari penantian gue yang seolah tak ada akhirnya ini.
Apa belum cukup semua yang udah gue kasih buat dia???
Kapan sich dia pernah ngertiin gue???
Ternyata OASE yang gue idam-idamkan selama ini masih jauh dari yang gue harepin.
Where are you???
I'm always wait you in here...
Langganan:
Postingan (Atom)